TUGAS
MICRO TEACHING
Disusun
Oleh : Soleha
Npm :
15010143
BP/Sesi : 2015/ D
Dosen
Penggampu :
Febri Yanti, S.Pd., M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PGRI
SUMATERA BARAT
2018
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah :
SMA N 1 Koto Baru Dharmasraya
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X IPA/1
Materi Pokok : Ekologi
Alokasi Waktu : 1 x 45 Menit
Jumlah Pertemuan : 1 pertemuan
A. Kompetensi
Inti dan Kompetensi Dasar
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
1. Menghayati dan mengamalkan
ajaran yang dianutnya
|
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan
Tuhan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem dan lingkungan hidup
|
2. Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
|
2.1 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati bioproses
|
3. Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
|
3.1 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan
hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan
ajaran agama yang dianutnya
|
4. Memahami,menerapkan,
menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
|
4.1 Mendesain bagan tentang
interaksi antar komponene ekosistem dan jejaring makanan yang berlangsung
dalam ekosistem perairan dan menyajikan hasilnya dalam bentuk media
|
B.Indikator
Dan Tujuan Pembelajaran
Indikator
|
Tujuan
Pemelajaran
|
4.1.1
Menjelaskan
tentang konsep dasar ekosistem
|
1.
Siswa
dapat menjelaskan apa itu pengertian dan
komponen penyususn ekosistem dengan model
Probelm Based Learning
|
4.1.2
Menjelaskan
macam – macam tipe ekosistem dan aliran energi yang terjadi didalamnya
|
1.
Siswa
dapat menyebutkan tipe ekosistem yang
diamati dengan model Probelm Based
Learning
2.
Siswa
dapat Mendesain
bagan tentang jejaring makanan yang
berlangsusng dalam ekosistem dan menyajikan hasilnya dalam bentuk media
gambar tulis tangan
dengan model Probelm Based Learning
|
C. Materi
Pelajaran
1.
Fakta:
Ananda
pernah melihat sebuah pemandangan yang sangat asri dan menyejukkan seperti
gambar diatas?, lalu dari pemandangan tersebut, pemandangan apakah yang tampak
dominan?ya pemandangan diatas adalah sebuah danau, dimana aspek yang paling
dominan yaitu air dan beberapa tumbuhan . danau merupakan salah satu bagian
dari ekosistem perairan yang tergenang dan didalamnya terdapat komponen biotik
terutama ikan, kerang, ganggang dan lain-lain. Kemudian terdapat juga komponen
abiotik yaitu: air, tanah, cahaya dan lain-lain.
2.
Konsep:
Pendahuluan
Ekologi adalah ilmu
yang mempelajari hubungan saling ketergantungan dan hubungan timbal balik
antara makhluk hidup dengan lingkungan tak hidup dalam suatu ekosistem. Ruang
lingkup yang dipelajari dalam ekologi yaitu Ekosistem, aliran energi, siklus
atau daur biogeokimia, dan interaksi antar komponen ekosistem. Dari ruang
lingkup diatas, pada materi kali ini kita akan memeplajari 2 sub topik yaitu
Ekosistem dan aliran energi.
Ekosistem merupakan
suatu sistem dimana terjadi hubungan (interaksi) saling ketergantungan antara
komponen-komponen didalamnya, baik berupa makhluk hidup maupun yang tidak
hidup. Kemudian dari interaksi-interaksi dan hubungan tersebut yang terjadi dan
berlangsung secara dinamis akan membentuk lingkungan yang seimbang. Kita wajib
bersyukur kepada Allah S.W.T karena dapat melihat dan merasakan keseimbangan
lingkungan tersebut. Untuk lebih mengetahui dalam lagi bagaimana interaksi,
kemudian hubungan, kejadian yang berlangsung secara terus menerus/dinamis dan
keseimbangan lingkungan akan dibahas pada konsep selanjutnya.
1. Komponen
Ekosistem
Ekosistem terbagi
atas dua yaitu: ekosistem teresterial (daratan) dan ekosistem akuantik
(perairan). Kedua ekosistem ini tersusun atas komponen-komponen yang berbeda
dimana komponen tersebut yaitu ada yang komponen biotik dan komponen abiotik.
A. Komponen
Abiotik
Merupakan komponen
fisik dan kimiawi yang terdapat pada suatu ekosistem sebagai medium atau substrat untuk berlangsungnya
suatu kehidupan. Komponen abiotik meliputi: udara, air, tanah, garam mineral,
sinar matahari, suhu, kelembapan,dan derajat keasaman (Ph).
1.
Udara
Adalah gas pembentuk
lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi dan mempunyai fungsi untuk menunjang
kehidupan penghuni ekosistem. Komponen permanen pada udara bersih dan kering
diatmosfer tersusun atas: 78,09% nitrogen (N2); 21,94% oksigen (O2);
0,032% karbon dioksiah (CO2) dan gas lain (Ne, He, Kr, Xe, H2,
CH4, N2O). Dan mengandung juga gas yang jumlahnya bisa
berubah-ubah yaitu uap air (H2O), ozon (O3), sulfur
dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2).
2.
Air
Merupakan komponen
yang terbesar dibumi yaitu volumenya
sekitar 1.400.000.000km3, denga rincian 97% air laut, 2% berupa
gunung es dikedua kutub bumi, 0,75% berupa air tawar (mata air, air sungai,
danau, air tanah), dan selebihnya uap air. Air mengandung beberapa komponen
yaitu: natrium, kalsium, amonium, nitrit, nitrat, fosfat. Namun jumlah unsur
air tergantung pada kualitas udara dan tanah yang dilalui air. Kemudian air
dapat berubah wujud menjadi: uap, cairan atau es,tergantung pada linkungannya.
3.
Tanah
Merupakan hasil dari
proses deduktif (pelapukan batuan, pembusukan senyawa organik) dan sintesis
(pembentukan mineral). Senyawa utama tanah yaitu: mineral, bahan organik, air
dan udara. Bagi makhluk hidup seperti tumbuhan, tanah merupan subrat dan tempat
hidup, bagi hewan bisa berupa tempat tinggal atapun sebagai proses penunjang kehidupan lainya.
4.
Garam
Mineral
Merupakan komponen
yang penting bagi tumbuhan maupun hewan yaitu sebagai penjaga keseimbangan asam
dan basa, mengatur kerja alat-alat tubuh dan untuk proses metabolisme.
5.
Sinar
Matahari
Merupakan sumber
energi bagi seluruh kehidupan dibumi. Dengan sinar matahari suatu ekosistem
terjadi aliran energi dari suatu tingkat trofik ketrofik berikutnya dalam
bentuk tranfor energi. Bagi tumbuhan sinar matahari merupakan komponen utama
yang membantu proses fotosintesis hingga dihasilkan makanan yang dapat
dikomsumsi oleh hewan.
6.
Suhu
Adalah derajat energi
panas yang berasal dari radiasi sinar, terutama yang bersumber dari matahari.
Pada sebuah ekosistem, tingkatan suhu udaranya berbeda-beda, terggantung pada
letak garis lintang (latitude) dan ketinggian tempat (altitude). Suhu merupakan faktor pembatas bagi kehidupan dan
mempengaruhi keanekaragaman hayati disuatu ekosistem.
7.
Kelembapan
Pada suatu ekosistem,
kelembapan dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari, angin dan curah hujan. Bagi
tumbuhan, kelembapan sangat mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan tersebut.
8.
Derajat
Keasaman (pH)
Pada tanah akan mempengaruhi
pertumbuhan suatu tumbuhan. Biasanya, tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada pH
optimum berkisar, 5,8 – 7,2. Nilai pH
juga dipengaruhi oleh curah hujan, penggunaan pupuk, aktivitas akar tanaman dan
pengguaraian mineral tanah.
9.
Topografi
Adalah keadaan naik
turun atau tinggi rendahnya permukaan bumi. Topografi mempengaruhi keadaan
iklim yang menyangkut suhu dan kelembapan pada suatu ekosistem. Topografi juga
menentukan keanekaragaman hayati dan penyebaran suatu organisme.
B. Komponen
Biotik
Meliputi seluruh
makhluk hidup yang ada dibumi, seperti manusia, hewan tingkat tingi dan
tumbuhan tingkat rendah. Berdasarkan tingkat trofik dan nutrisi, komponen
biotik ekosistem dibagi menjadi dua macam yaitu: komponen autotrof dan komponen
heterotrof.
1.
Komponen
Autrotof
Adalah organisme
uniseluler maupun multiseluler yang memiliki klorofil sehingga dapat melakukan
proses fotosintesis. Contohnya yaitu: fitoplanton, ganggang, tumbuhan lumut,
tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji.
2.
Komponen
Heterotrof
Adalah organisme yang
dalam hidupnyaselalu memanfaatkan bahan organik yang disediakan oleh organisme
lain sebagai bahan makananya. Organisme tersebut terdiri atas herbivor sebaga
konsumen primer (I), karnivor yang memakan herbifor sebagai konsumen
sekunder(II), karnivor yang memakan karnivor sebagai konsumen tersier (III),
dekomkomposer dan detritivor.
2. Aliran
Energi
Energi adalah
kemampuan untuk melakukan kerja. Sama seperti pada hukum termodinamika yang
berbunyi ” energi tidak dapat diciptakan atu dimusnahkan tetapi dapat diubah
dari satu bentuk energi kebentuk energi lain. Pada aliran energi sebuah
ekosistem dapat kita contohkan seperti: energi cahaya dapat diubah oleh
tumbuhan hijau menjadi energi potensial dalam bentuk karbohidrat melalui proses
fotosintesis, kemudian diubah oleh hewan dan manusia menjadi energi panas dan
energi gerak. Dalam sistem ekologi, suatu organisme merupakan komponen pengubah
energi. Aliran energi dan siklus materi dalam ekosistem terjadi mlalui rantai makanan dan jaring-
jaring makanan.
A. Rantai
Makanan
Adalah jalur
pemindahan (transfer) energi dari satu trofik ketrofik berikutnya melalui
peristiwa makan dan dimakan. Energi yang disimpan oleh suatu organisme diujung
rantai makanan akan besar jika rantai makanan yang terbentuk semakin pendek.
Rantai makanan dibagi atas dua macam berdasarkan tipe organisme (produsen) yang
menjadi tingkatan trofik pertama, yaitu:
1.
Rantai
makanan perumput
2.
Rantai
makanan detritus
B. Jaring
– jaring Makanan
Merupakan gabungan
dari berbagai rantai makanan yang saling berhubungan dan kompleks. Didalam
suatu ekosistem, sebuah rantai makanan saling berkaitan dengan rantai makanan
lainya. Semakin kompleks jaring – jaring makanan yang terbentuk, semakintinggi
tingkat kesetabilan ekosistem suatu
ekosistem. Oleh karena itu, untuk menjaga kesetabilan ekosistem, suatu rantai
makanan tidak boleh terputus akibat musnahnya salah satu atau beberapa
organisme. Contoh jaring – jaring makanan,
a.
Ekosistem
air tawar
b.
Ekosistem
laut
3. Macam
–macam tipe ekosistem perairan
a.
Perairan
tawar
memiliki ciri antara
lain ,variasi suhu tidak mencolok, penetrasi cahaya kurang,dan terpengaruh oleh
iklim dan cuaca. Tumbuhan yang umumnya dijumpai adalah ganggang dan tumbuhan
biji. Ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi air tenang dan air
mengalir.danau dan rawa termasuk ekosistem air tenang dan sungai termasuk
ekosistem air mengalir.
1.
Danau
Merupakan suatu badan
air yang mengenang pada wilayah depresi atau cekungan dan luasnya mulai
daribebrapameter persegi hingga ratusan meter persegi. Kondisi danau
berbeda dilihat dari kedalamanya dan
jaraknya dari tepi. Danau dibedakan
menjadi tiga daerah yaitu:
·
Daerah
litoral
Merupakan daerah dangkal, sehingga cahaya matahari
menembus sampai kedasar danau secara optimal. Tumbuhan yang hidup didaerah ini
merupakan tumbuhan air yang berakar, ada juga yang mencuak keatas
permukaan air. Beberapa jenis ganggang, siput dan remis, ikan, anfibi, itik,
angsa, kura-kura dapat ditemukan diwilayah ini
·
Daerah
limnetik
Lebih jauh dari
daerah litoral, terdapat daerah limnetik yang masih dapat ditembus oleh sinar
matahari. Fitoplanton, ganggang, sianobakteria, dapat ditemukan didaerah ini.
Sementara itu, rotifera dan udang-udang kecil memangsa planton, kemudian
kelompok zooplanton tersebut menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan kecil. Ikan
tersebut menjadi sumber makanan bagiikan yang lebih besar dan kemudian ikan
yang lebih besar dimangsa oleh kura-kura dan burung pemakan ikan.
·
Daerah
profundal
Adalah daerah yang
dalam dan merupakan daerah afotik danau. Cacing dan mikroba penghuni daerah
ini.
·
Daerah
bentik
Merupakan daerah dasar danau.
Daerah ini dapat dijumpai organisme mati dan bentos
2.
Ekosistem
sungai
Merupakan sebuah
bioma daratan yang besar. Tidak seperti danau yang relatif diam, air sungai
mengalir, sehingga tidak mendukung keberadaan komunitas planton untuk berdiam
diri. Namun demikian, terjadi pula fotosintesis dari ganggang yang melekat dan
tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan. Ekosistem sungai
banyak mengalami gangguan karena pembangunan waduk dan bendungan. Waduk dapat
memutus jalan bagi sejumlah ikan yang biasa bergerak dari hilir kehulu untuk
bertelur. Akibatnya, sejumlah spesies ikan hilang dari aliran sungai tersebut.
Contohnya didaerah tropis indonesia adalah ikan pelus dan ikan sidat. Ikan
pelus hidup didekat hulu sungai, tetapi bertelur di laut. Karena jalanya
terputus, maka aktifitas perkembangbiakanya terganggu. Didaerah sub tropis,
terdapat ikan salmon yang hidup dilaut. Pada saat musim bertelur, ikan-ikan
tersebut bergerak kehulu untuk bertelur disana. Setelah telur menetas, ikan
salmon yang masih kecil hidupdisungai dan saaat sudah besar kembali kelaut.
b.
Ekosistem
air laut
Dibedakan
menjadi:
1.
Laut
Sebagian besar
permukaan bumi merupakan lautan, air laut mempunyai kadar garam yang tinggi dan
suhu yang bervariasi. Didaerah tropik, suhu ait laut dapat mencapai 250C
dan antara suhu bagian permukaan dengan bagian bawah lautberbeda cukup besar.
Berdasarkan
kedalamanya, ekosistem laut dapat dibedakan menjadi:
a.
Wilayah
pasang berupakan bagian dar i laut yang dasr nya kering ketika terjadi surut.
Ikan tidak bisa hidup pada wilayah ini, tetapi beberapa jenis binatang dapat
dijumpai pada wilayah ini.
b.
Wilayah
laut dangkal (neritic)
Sesuai
dg namanya, wilayah ini relatif dangkal sehingga masih dimungkinkan sinar
matahari masuk sampai ke dasr laut. Indonesia memiliki wilayah laut dangkal
yang cukup luas seperti landas kontinen sunda (laut jawa, laut natuna , riau
kepulauan,selat malaka) dan landas kiontinen sahul
(laut ara furu), wilayah-wilayah tersebut tentunya menyimpan kekayaan berupa
flora dan fauna. Ciri-ciri wilayah ini adalah :
Paling
dalam mencapai 150 meter
Sinar
matahari masih tembus kedasar laut
Paling
banyak dihuni oleh binatang dan tumbuhan laut
c.
Wilayah
lautan dalam (bathyal)
Wilayah
ini berada pada kedalaman antara 150-800 meter. Sinar matahari tidak mampu
menembus sampai kedasar laut seperti pada wilayah laut dangkal,. Dengan
demikian jumlah dan jenis binatang yang
hidup dapa wilayah ini telah sedikit dibanding
wilayah laut dangkal.
d.
Wilayah
lautan sangat dalam (abyssal)
Berada
pada kedalaman diatas 1800 meter. Dengan kedalaman tersebut, tumbuhan tidak
mampu lagi bertahan karena tidak ada sinar matahari. Karena itu jumlah dan
jenis hewanpun terbatas, kecuali hewan yang telah beradaptasi dengan lingkungan
tersebut.
2.
Pantai
Merupakan ekosistem
yang letaknya berada diantara ekosistem darat dan laut. Karena letaknya
tersebut, ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang
surut. Organisme dominan yang hidup dipantai berbeda dilihat dari lokasinya.
Ganggang, molusca, dan remis banyak dijumpai dibagian paling atas pantai yang
hanya terrendam saat pasang naik tinggi. Bagian tengah pantai banyak dijumpai
ganggang, porifera, anemon laut, remis, kerang, siput herbivora dan karnivora,
kepiting, landak laut, bintang laut dan ikan – ikan kecil. Daerah tersebut
terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Sementara itu, beragam
invertebrata dan ikan serta rumput laut banyak ditemui daerah pantai terdalam
saat air pasang maupun surut.
3.
Estuari
Atau lebih dikenal
dengan istilah muara merupakan pertemuan antara sungai dan laut. Karena itu,
nutrien sungai yang dibawa melalui proses erosi oleh sungai dari daratan dapat
memperkaya estuari. Salinitas diestuari dipengaruhi oleh siklus harian dengan
pasang surut airnya. Pada saat pasang. Air laut masuk kebadan sungai dan
meningkatkan salinitasnya. Sebaliknya, pada saat surut atau pada saat air
sungai mengalir dengan volume yang besar, salinitas berubah menjadi rendah
sampaimenjorok kearah laut.
Estuari menjadi
habitat sejumlah organisme seperti rumput rawa garam, ganggang, fitoplanton,
cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Estuari juga menjadi tempat kawin bagi
sejumlah invertebrata laut dan ikan laut, serta menjadi tempat makan unggas
air.
4.
Terumbu
karang
Adalah sebuah tipe
ekosistem yang khas tropis. Ekosistem ini dapat dijumpai pada laut didaerah
tropis yang airnya jernih, sehingga cahaya matahari dapat menembus air dan
ememungkinkan terjadinya fotosintesis. Kemunitas ini didominasi oleh karang
yang merupakan kelompok knidaria. Terumbu karang sangat beragam jenisnya dan
memiliki ekonomis tinggi. Diekosistem ini juga ditemui berbagai invertebrata,
mikroorganisme, ikan, siput, landak laut, gurita, bintang laut dan lain-lain.
4.
Prinsip : -
5.
Prosedur : -
D. Metode/Model
1.
Pendekatan:
Saintifik
2.
Model: Problem Based Learning (PBL)
3.
Metode:
diskusi, tanya jawab,
Langkah
Pokok
|
Komponen
Saintifik
|
Bentuk
Kegiatan
|
A.
Pendahuluan ( 10 Menit)
1. Pembukaan
dan kontrol kelas
|
·
Guru
mengucapkan salam
·
Guru
dan siswa berdoa
·
Guru
mengecek kehadiran siswa
·
Guru
mengecek keadaan kelas
·
Guru
mengecek kesiapan siswa apakah sudah siap untuk belajar dengan mengajukan
pertanyaan kepada siswa
|
|
2. Apresiasi
|
·
Baiklah
ananda, siapa yang masih ingat dengan pelajaran pertemuan sebelumnya yaitu
tentang materi invertebrata?, minimal apa atau bagaimana hewan invertebrata
itu, coba siapa yang bisa menjelaskan sedikit?
·
Bagus
|
|
3. Motivasi
|
·
Jadi
invertebrata itu adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Dimana
hewan tersebut dikelompokkan menjadi 9 filum. Dan salah satu contohnya
yaitu, fillum annelida contoh hewanya
yaitu Pheretima sp(cacing tanah)
·
Guru
meminta perwakilan siswa untuk menempelkan tujuan pembelajaran didepan kelas
·
|
|
B. Kegiatan
Inti ( 25 Menit)
Tahap – tahap Problem Based
Learning
Tahap I
Memberikan orientasi tentang
permasalahan pada peserta didik
Tahap ke II
Mengorganisasi peserta didik
untuk meneliti
Tahap III
Membimbing penyelidikan secara
mandiri maupun kelompok
Tahap IV
Mengembangkan dan menyajikan
hasil karya
Tahap V
Menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah
C. Penutup
(10Menit)
|
Mengamati
Menanya
Mengumpulkan
Informasi
Mengasosiasikan
Mengkomunikasikan
|
·
Guru
membacakan tujuan pembelajaran
·
Materi
kita sekarang tentang ekologi dengan sub materinya yaitu:
-
Ekosistem
perairan
-
Aliran
energi
·
(Guru
menuliskan judul dan sub materi dipapan tulis )
·
Guru
menjelaskan sedikit keterkaitan antara materi sebelumnya dan materi
selanjutnya
Guru menjelaskan prosedur model
pembelajaran Probelm Based Learning
(PBL) kepada siswa
·
Guru
menempelkan beberapa macam-macam gambar ekosistem sebagai media yang membantu
siswa untuk penyelidikan dan
penemuan solusi penyelesaian masalah
(media model pembelajaran PBL )
·
Guru
melibatkan siswa untuk untuk tahap
penyelidikan awal yaitu dengan
menyebutkan apa saja
macam-macam gambar ekosistem
·
Guru
membagi siswa menjadi lima kelompok, masing – masing kelompok beranggotakan
6-7 orang.
·
Guru
bersama peserta didik menentukan topik yang dipilih oleh masing-masing
kelompok yaitu tipe ekosistem yang akan dipilih
·
Guru
membagikan LDS kepada setiap kelompok berdasarkan topik yang dipilih
·
Guru
membagikan kertas charta dan bahan materi kepada siswa sebagai media yang membantu proses model pembelajaran PBL
·
Guru
membimbing proses diskusi siswa dalam pengumpulan informasi dari beberapa
sumber
·
Guru memberikan umpan balik berupa
menanyakan ruang lingkup keterkaitan dengan tujuan pembelajaran
Ex: pada ekosistem sungai” apa
saja kira-kira komponen penyusun ekosistem tersebut, kemudian apa lagi. Dll
·
Guru
juga menjelaskan bagaimanna cara penyelidikan yang baik seperti model yang
cocok untuk memecahkan masalah ex: membuat catatan tertentu, mencari literasi
dll
·
Guru
meminta dan mengawasi masing-masing kelompok siswa untuk mengembangkan dan
menyajikan berdasarkan informasi yang didapat dengan meyajikan/menuliskan
pada lks yang disediakan, kemudian
·
mendesain bagan tentang jejaring makanan yang berlangsung dalam
ekosistem yang diamati dan menyajikan
hasilnya dalam bentuk media gambar tulis tangan pada kertas charta
·
guru
meminta perwakilan dua kelompok untuk menampilkan dan mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya
·
Guru
menyuruh siswa untuk memperhatikan persentasi temanya dengan posisi pandangan
kedepan kelas
·
Guru
membantu mempertegas hasil karya siswa kelompok yang tampil
·
Guru
menyuruh siswa untuk kembali kapada posisi tempat duduk semula
·
Guru
dan siswa melakukan refleksi menyimpulkan pelajaran yang telah dipelajari
·
Guru
mengadakan evaluasi terhadap siswa dengan melakukan kuis
·
Guru
menyuruh siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yaitu tentang Perubahan lingkungan/iklim dan daur
ulang limbah
·
Guru
menutup pelajaran dengan mengucapkan salam
|
Sumber
dimodifikasi dari: Arends,2008
E. Mdia
Pembelajaran:
Media : gambar, papan tulis, buku paket,kertas
charta, plastisin
Alat dan Bahan : spidol dan alat tulis
F. Teknik
penilaian hasil belajar
Jenis
dan bentuk instrumen
Jenis
|
Instrumen
|
Tes tertulis
|
Objektif
|
Sikap
|
Lembar pengamatan sikap
|
Keterampilan
|
Lembar pengamatan keterampilan
|
Soal Tes Tertulis
1.
Berikut
yang bukan merupakan komponen abiotik adalah.......
a.
Tanah
b. Mikroorganisme
c.
Sinar
matahari
d.
Air
e.
Udara
2.
Komponen
terbesar penyusun udara adalah...........
a.
Oksigen
b.
Karbon
dioksida
c.
Uap
air
d.
Ozon
e. Nitrogen
3.
Bahasan
bagian dari ekologi yaitu, kecuali........
a.
Ekosistem
b.
Interaksi
antar makhluk hidup
c.
Lingkungan
biotik
d.
Lingkungan
abiotik
e. Perkembangan
hewan
|
4.
Perhatikan
jaring – jaring makanan berikut
Elang berperan sebagai......
a. Konsumen
tingkat dua dan konsumen tingkat tiga
b.
Konsumen
tingkat dua dan konsumen tingkat satu
c.
Konsumen
tingkat satu dan konsumen tingkat tiga
d.
Konsumen
tingkat empat dan konsumen tingkat tiga
e.
Pengurai
5.
Yang
dimaksud dengan jaring-jaring makanan yaitu.........
a.
Rantai
makanan yang dimulai dari organisme produsen (tumbuhan hijau)
b.
Rantai
makanan yang dimulai dari detritus yaitu serpihan daun (sampah)
c. Gabungan
dari berbagai rantai makanan yang saling berhubungan dan kompleks
d.
Gabungan
dari berbagai rantai makanan yang saling berhubungan timbal balik
e.
Rantai
makanan yang terbentuk dalam sebuah ekosistem
|
Tabel.2 Instrumen Penilaian Ranah Sikap Siswa
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hari/tanggal
|
:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mata pelajaran
|
:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kelas
|
:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Materi
|
:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Petunjuk penggunaan
instrumen:
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1.
Isilah lembar penilaian siswa berikut
sesuai kriteria yang diampakkan siswa Rubrik penilaian keaktifan siswa
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.
Penilaian diisi dengan menggunakan ceklis
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tabel. 3 Rubrik Penilaian Ranah Afektif
No
|
Aspek yang diamati
|
Rubrik
|
1.
|
Menghargai pendapat teman dalam
proses pembelajaran
|
4: mendengarkan, menerima dan
menanggapi pendapat teman dalam proses pembelajaran
3: mendengarkan, menerima tetapi
tidak menanggapi pendapat teman dalam proses pembelajaran
2:mendengarkan tetapi tidak
menerima dan tidakmenanggapi pendapat teman dalam proses pembelajaran
1: Tidak mendengarkan, menerima dan
menanggapi pendapat teman dalam proses pembelajaran
|
2.
|
Bertanggung jawab
|
4: melaksanakan diskusi kelompok,
menuliskan laporan diskusi dan presentasi kelompok sesuatu yang
diperintahkanoleh guru
3: melaksanakan diskusi kelompok
dan menuliskan laporan diskusi, tetapi tidak melaksanakan presentasi kelompok
sesuai yang diperintahkan oleh guru
2: melaksanakan diskusi kelompok,
tetapi tidak menuliskan laporan dan tidak melaksanakan presentasi kelompok
yang diperintahkan oleh guru
1: tidak melaksanakan diskusi
kelompok, menuliskan laporan diskusi dan presentasi kelompok sesuai yang
diperintahkan oleh guru
|
Tabel.4 Kriteria Penilaian Ranah Afektif
Sikap
|
|
Predikat
|
Modus
|
Sangat Baik (SB)
|
4,00
|
Baik (B)
|
3,00
|
Cukup (C)
|
2,00
|
Kurang (K)
|
1,00
|
Sumber: Permendikbud (2014:23)
Tabel. 4 Instrumen
Penilaian Ranah Keterampilan Kelompok
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hari/tanggal :
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mata pelajaran :
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kelas :
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Materi :
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1. Isilah lembar penilaian siswa
berikut sesuai kriteria yang
diampakkan siswa
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Rubrik penilaian keaktifan siswa
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tabel.
5 Rubrik Penilaian Psikomotor
No
|
Aspek yang dinilai
|
Rubrik
|
1.
|
Kelengkapan Laporan Diskusi
|
4= Laporan lengkap terdapat
komponen tentang konsep dasar ekosistem, tipe atau macamekosistemnya dan
terdapat bagan jaring – jaring makanan
3= Laporan lengkap terdapat
komponen tentang konsep dasar ekosistem, tipe atau macam ekosistemnya dan
terdapat bagan jaring – jaring makanan , tetapi tidak sistematik
2= Laporan
tidak lengkap, karena terdapat salah satu dari pokok bahasan yang
tidak dikerjakan yaitu antara komponen tentang konsep dasar ekosistem, tipe
atau macam ekosistemnya dan bagan
jaring – jaring makanan , dan tidak sistematik
1= Laporan
tidak lengkap, karena terdapat lebih dari satu dari pokok bahasan yang
tidak dikerjakan yaitu antara komponen tentang konsep dasar ekosistem, tipe
atau macam ekosistemnya dan bagan jaring – jaring makanan , dan tidak
sistematik
|
2.
|
Kebersihan, Kerapian dan Kejelasan
Tulisan
|
4=
Hasil laporan ditulis dengan rapi, bersih dan jelas
3=
Hasil laporan ditulis dengan rapi, bersih tetapi kurang jelas
2=
Hasil laporan ditulis dengan rapi, tetapi kurang bersih dan tidak jelas
1= Hasil laporan ditulis dengan tidak rapi, tidak
bersih dan tidak jelas
|
Sumber
dimodifikasi dari permendikbud 2014
Penskoran:
Skor tertinggi
Tabel
6. Kriteria Penilaian Keterampilan
Nilai
Ketuntasan
|
|
Rentang
Angka
|
Huruf
|
Antara 3,85 – 4,00
|
A
|
Antara 3,51 – 3,84
|
A-
|
Antara 3,18 – 3,50
|
B+
|
Antara 2,85 – 3,17
|
B
|
Antara 2,51 – 2,81
|
B-
|
Antara 2,18 – 2,50
|
C+
|
Antara 1,85 – 2,17
|
C
|
Antara 1,51 – 1,84
|
C-
|
Antara 1,18 – 1,50
|
D+
|
Antara 1,00 – 1,17
|
D
|
Mengetahui,
Guru Mata Pelajaran Biologi
Kepala
Sekolah SMA N I Koto Baru Dharmasraya
Ezwar
Efendi, M.Pd. Soleha,
S.Pd
Nip:
16173683947837827 Nip:
15010143376994784



jejaring makanan trsbt bagaimana prosesnya dalam ekosistem buk ?
BalasHapusApa yang terjadi di jaring makanan jika salah satu rantainya terputus buk?
BalasHapus-RIFARA SUCI YULIKA
buk soleha bgaimana keadaan ekosistem yang ada di sumatera barat buk
BalasHapusbuk, bagaimana cara menjaga suatu ekosistem?
BalasHapusBuk cantik,safa mau tanya apa dampak negatif dari eksploitasi berlebihan dalam suatu ekosistem buk?
BalasHapusBuk, hesti mau tanya buk, apa yg terjadi jika aliran energi terganggu buk? Apa dampaknya bagi kita buk
BalasHapusbuk saya kurang ngerti pada contoh dari jaring-jaring makanan, coba jelaskan tentang contoh pada jaring-jaring makanan tersebut buk
BalasHapus-Nila Silvia
buk saya mau bertanya, apa yang akan terjadi jika tanaman tumbuh di tanah yang memiliki Ph diatas rata2 buk ?? - Reni Mustika
BalasHapusApa yg membedakan dari pembagian 3 daerah danau tersebut buk?
BalasHapusbuk, bagaimana cara menjaga suatu ekosistem?
BalasHapusBuk..bagaimana cara menjaga ekosistem agar tidak tercemar??
BalasHapusBuk apa yg menyebabkan ekosistem tercemar
BalasHapusBuk apa penyebab utama dari pencemaran
BalasHapusBuk bagaimana mengatasi jika ekosistem sudah tercemar apa yang harus kita lakukan buk
BalasHapusEkosistem perairan tawar terdiri dari komponen apa saja buk?
BalasHapus